Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Family

We Miss You, Ayah ❤️

Hari ini pergi ke Samarinda bersama anak-anak. Pergi bertiga anter Kakak Dina les. Ini kali kedua kami pergi ke Samarinda bertiga, Tanpa ART dan Onti. Selesai Kakak Dina les, kami mampir makan di Mall. Makan di Shem Ramen, kesukaannya Kak Dina. Sepanjang di Shem Ramen sambil nunggu, Aku mandangin Kakak Dina dan Adek Syifa. Ada terbesit kesedihan dalam hatiku, karena gak ada Ayah mereka. "Seandainya Ayah ada, pasti Ayah senang. Soalnya Ayah suka nih makanan berbau-bau khas Jepang, Korea". Ucapku dalam hati tapi gak kusampaikan ke anak-anakku, apalagi Kakak Dina. Trus gak lama aku nanya ke anak-anak, "Bahagia gak? Happy gak? Senang gak?" Mereka kompak menjawab "Senaaanggg..." Aku cuma bisa senyum. Dipertengahan menyantap makanan, tiba-tiba Kakak Dina ngomong "Coba ada Ayah, pasti Ayah senang makan makanan ini". Jleb! Bisa-bisanya pikiran Kakak Dina sama kayak yang aku rasain. Padahal aku merasakan hal yang sama, cuma kupendam. Supaya Kakak Dina yan...

Bapak, Ibuk dan Adek-adek.

Hari ini seneng banget. Pergi ke Undangan trus ketemu Bapak, Ibuk dan Adek-adek :) Kangen dimasakin Ibuk Serondeng Jagung. Dikirimin Kue Lebaran setiap Hari Raya. Diurus waktu sakit. Kangen jalan sama adek-adek.  Cia yang dulu masih kecil dijemput setiap pulang sekolah sekarang udah gede, udah tinggi Maasyaa Allah. Kangen banget ya Allah. Setelah 17 Tahun berlalu, keluarga mereka masih sehangat itu denganku. Semoga Bapak, Ibuk dan Adek-adek gak lupa sama Kak Mega. Bisa terus jalin silaturahmi dengan baik. Part of me, sampai kapanpun Kak Mega gak akan lupa sama kebaikan-kebaikan kalian. Semoga Bapak, Ibuk, Abang dan Adek-adek sehat trus, sukses trus dan selalu dalam lindungan Allah. Aamiin Allahumma Aamiin...

Kakak

"Mau seberantakan apapun hubungan dengan saudara kandung, ketika ajal memisahkan pasti rasa kehilangan tak tergantikan". Kira-kira begitu salah satu komentar yang kubaca dipostingan sebuah akun yang membahas tentang kepergian Marissa Haque. Gimana dong. Sekarang saja aku sudah merasa kehilangan 😭 

Bapak yang Protektif

Aku itu tipikal anak rumahan banget. Tumbuh di Lingkungan yang overprotektif. Waktu SMA sama Bapak dilarang jalan, jalan malam aja gak boleh walaupun sama temen cewek. Temen-temen cowok bertamu aja gak boleh. Cuma orang-orang yang berani yang bisa bertamu hahaha, Bapak terkenal galak.  Sampai akhirnya masuk kuliah, pelan-pelan mulai bebas. Walaupun bebasnya masih dalam tanda kutip, masih terpantau. Dan masih takut-takut juga kalo keseringan jalan, apalagi sama temen cowok. Pernah suatu malam aku mau jalan mau cari makan. Baru dijalan mau berangkat tiba-tiba Bapak ada nelpon, jam-jam segitu emang waktunya Bapak nelpon sih.  "Halo, Dimana nak?", tanya Bapak. "Di Jalan Pak. Mau cari makan", jawabku. "Oh dimana? Jauh kah?", tanya Bapak lagi. "Ndak kok, dekat Kost aja", jawab dengan degdegan. Oke telpon pun ditutup.  Tapi akhirnya aku jalan dengan perasaan gak tenang. Feelingku ini sepanjang perjalanan pasti Bapak bakal nelpon trus nih. Ternyata feeli...

Jogging bersama Bapak

Hebat juga sehari bisa 3x nulis hal-hal random disini. Karena hari ini galau banget. Btw pengen cerita tentang moment-moment sama Bapak waktu kecil yang aku inget banget. Bapak tuh dulu hobinya Jogging Pagi. Jadi, selesai Sholat Subuh aku tuh selalu diajak Jogging. Rutenya gak main-main loh, jauh dari Rumah, lewat Gunung Kelambu Kuning, muter Jembatan yang waktu itu baru jadi, trus balik lagi ke Rumah. Aku inget banget, masih petang sehabis Subuh kami lagi nanjak ke Gunung Kelambu Kuning. Aku yang ngos-ngosan, memperlambat jalanku. Pengen nyerah trus Bapak bilang. Ayo... harus kuat. Trus aku dituntun, punggungku dielus trus Bapak bilang "Nanti kalo gede jadi Pemain Volly ini". Wkwkwk entah atas dasar apa Bapak ngomong gitu, mungkin ngeliat Badan anaknya yang Tinggi, turunan Bapak. Aku sih gak nanggepin, sibuk ngatur nafas yang ngos-ngosan karena nanjak gunung. Trus kami muter ke Jembatan. Jembatan masih baru, orang-orang joging disekitar jembatan. Trus kami lewat Timbau. Dulu...

Om Maming

Tenggarong, 20 Agustus 2021. Kurang lebih 10 tahun yang lalu, kami kehilangan keluarga yang berpulang ke Rahmatullah. Keluarga dekat, Om Iskandar, adik dari bapak. Dan hari ini... berita duka kami dapatkan setelah 10 tahun kami kehilangan. Om Maming, suami dari Tante. Orang yang terbilang dekat banget sama kami.  "Kak. Bapakku meninggal", sebuah pesan whatsapp masuk dari Sepupuku Patma, anak dari Om Maming, tepat selesai Adzan Maghrib. Shock. Kaget. Dan spontan langsung nangis. Sedih. Siapa yang menyangka secepat ini?  Lepas maghrib, langsung kerumah Om. Sampai rumah Om, awalnya sama bapak gak dibolehkan masuk. Khawatir om terinfeksi virus covid-19.  "Nda usah masuk, ingat-ingat anakmu", kata Bapak. Tapi mungkin Bapak ngeliat aku sudah nangis duluan, akhirnya dibolehkan masuk dengan catatan sebentar aja, jangan lama. Pas masuk kedalam rumah Om, ya memang gak bisa lagi untuk nahan tangis. Om... semua yang terjadi nih kayak mimpi. Benar-benar kayak mimpi kalau kami ...

Hamil anak ke-2

 Bismillaah.   Alhamdulillaah Bulan Agustus  kemarin dipercaya Allah untuk punya anak lagi, anak yang kedua hehe.  Sungguh ini adalah kehamilan yang gak direncanain. Setelah si Kakak berumur 4th lebih. Karena jujur, masih belum siap.  Tapi, sekarang Insyaa Allah siap. Alhamdulillaah banget, hamilnya gak cerewet. Bisa sambil di Toko ngurusin kerjaan, bahkan bisa diajak Pulang Kampung kemarin hehe. Mual ada, cuma maboknya gak parah-parah banget. Alhamdulillaah.. Sekarang memasuki usia 6 bulan kehamilan. Jujur rasanya Deg-degan banget. Ada rasa worry menghadapi persalinan nanti. Belum lagi ditengah Pandemi yang kasusnya makin hari makin meningkat. Tapi Insyaa Allah everything's gonna be Okay. Kan ada Allah.. Mencoba untuk terus berfikir positif. Semoga anak Bunda yang didalam perut, sehat-sehat dan selamat tanpa kurang 1 apapun. Dan Bunda juga dikasih kekuatan supaya bisa melahirkan secara normal nantinya. Bisa Eksklusif menyusui selama 2tahun. Dan nantinya, bisa t...

Suamiku

Gambar
No. He's not perfect. Almost 5 years, menjalani bahtera rumah tangga bersamanya. Ditengah gonjang ganjing, bebatuan bahkan ombak, kami masih bersama. Suka-duka, tawa-tangis, canda-marah, hitam-putih. Mungkin, saat disuruh memilih, aku lebih memilih untuk jatuh cinta terus bersamamu. Aku tau dia bukan sosok yang sempurna. Tapi yang kutau, dia selalu menyayangiku. Walaupun terkesan cuek, Walaupun tidak diungkapkan. Bukan sosok yang sempurna. Disaat orang lain memandang semuanya dari bentuk tubuh, dia yang bisa menerima apa adanya aku. Dari kurus, gendut, kurus dan gendut lagi. Yang gak pernah komplain dari segi fisik. Tapi tetap aja, Walaupun gak komplain, sebagai istri, wajib memperindah tubuh supaya makin disayang suami hehe. Bukan sosok yang sempurna. Tapi bisa menerima keadaanku yang jauh dari kata baik dalam menjalankan peranku sebagai istri dan sebagai ibu. Bukan sosok yang sempurna. Tapi dia adalah orang yang paling tau baik dan burukku...

Ayah, Bunda dan Madinah

Gambar
Pernah gak ngerasa baper tiap kali liat suami dan anak. Lagi baper banget. Baper karena umur gak ada yang tau.. Apakah bisa nemenin Madinah sampai dewasa, nikah bahkan punya cucu? Apakah bisa nemenin suami sampai hari tua? Saya mah orangnya emang baperan sih huhu. Tapi balik lagi... Suami dan anak itu punya Allah. Jangan cemas dan jangan khawatir. Tugas sekarang memperbaiki kualitas iman dan mendidik Madinah jadi anak yang sholeh. Karena ajal gak nunggu kita sakit dan gak nunggu kita tua. Semoga ALLAH panjangkan umur dalam kebaikan, ketaqwaan, kesehatan untuk bisa membersamai mereka sampai tua nanti. Dan saya dan suami bisa terus membersamai Madinah. Dan berkumpul lagi di SyurgaNya nanti. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Happy Birthday My Sista, Vita..

Gambar
27 Juni 1986 - 27 Juni 2011. Selamat 25 Tahun, kakak. EVITA FARMA =) Untuk kakak yg lagi hamil jalan 4 bulan. Walaupun aku jarang bilang sayang, Walaupun sering berantem, Walaupun aku sering gak peduli, Walaupun sering gak nurutin apa maumu, Walaupun aku kdg egois, Jauh dilubuk hati paling dalam, Aku sayaaaanggg beneh dengan kakak (dalam bahasa kutai) hehehe. Kadang cuek bukan berarti aku gak peduli. Kadang sayang juga gak bisa diungkapkan dengan kata2. Sayangnya aku ke kakak tu cukup aku yang tau, walaupun suka gak akur sama kakak. Walaupun diluarnya aku terkesan musuhin kakak. Tp jujur, Suka dengan perubahan kakak semenjak abis nikah :) Kakakku jadi lebih dewasa, Lebih keibuan, lebih care sama aku. Pokoknya banyak perubahan positifnya lah yang bikin aku senang. Pertahankan yaa kak ;) Diusiamu yang ke 25 Tahun ini. Moga dilancarkan rezekimu. Moga disehatkan selalu. Moga diberi kesuksesan. Moga bs jadi istri yg baik, sholehah, nurut sama suaminya. Moga...