Postingan

Usaha punya Tim, Owner tetap Hadir

Kalo ditanya sudah punya Tim, kenapa masih turun tangan? Ya karena ini usaha saya. Kalau saya sendiri sudah gak peduli dan gak mau tahu, lalu siapa yang akan lebih peduli? Sebenarnya gak ada yang aneh kalau owner masih turun tangan.  Karyawan membantu menjalankan usaha, tapi owner tetap punya rasa memiliki yang berbeda. Bukan karena gak percaya sama tim. Hanya saja, rasanya memang susah untuk benar-benar lepas tangan.  Karena punya usaha bukan berarti berhenti bekerja.  Justru kita ingin tahu sendiri bagaimana usaha yang kita bangun itu berjalan. Aku gak mau usaha ini bergantung sepenuhnya sama aku.  Tapi aku juga gak mau sampai pada titik di mana aku nggak tahu apa yang terjadi di dalam usaha sendiri.  Usaha boleh berjalan tanpa owner setiap saat.  Tapi bukan berarti owner harus berhenti hadir. Karyawan ada untuk membantu usaha berjalan.  Owner ada untuk memastikan usaha itu tetap berjalan ke arah yang benar.  Karena g ak semua hal harus dikerjak...

Pilihan dan Batasan.

1. Gak pernah ngajak orang untuk gak suka sama orang yang saya gak suka. 2. Kalau orang-orang dekat saya tetap dekat sama orang yang gak saya suka, it’s not a big problem. Gak apa-apa banget. Kalian punya pilihan sendiri, saya juga punya pilihan sendiri. Saya yang menjauh dan jaga jarak, karena saya tahu diri dan tahu batas nyaman saya sendiri. 3. Tapi kalau saya tahu orang yang dekat sama saya ternyata memilih untuk dekat sama orang yang saya gak suka, saya juga berhak memilih untuk menjaga jarak. Bukan karena saya ngajak kalian membenci siapa-siapa, tapi karena saya memilih siapa yang mau saya dekatkan dalam hidup saya. 4. Lalu kalau kalian akhirnya jadi gak suka sama saya hanya karena saya gak suka sama orang itu, ya itu urusan kalian. Kalo dimata kalian saya jahat, ya emang. Satu hal yang pasti saya gak pernah minta kalian untuk ikut gak suka sama dia.  Jadi jangan menjadikan pilihan saya sebagai alasan kalian untuk membenci saya 😭😂

A part of me is still there

Gambar
Melihat foto ini, rasanya seperti ditarik kembali ke belasan tahun yang lalu. Saat Praktek Peradilan Semu menjadi Hakim, Pengacara, Panitera, Jaksa, dll. Saat dimana hidup terasa sederhana. Yang dipikirkan cuma tugas, presentasi, ujian dan bagaimana caranya bisa lulus tepat waktu. Kalau suatu hari aku diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku tidak akan memilih untuk mengubah apa pun. Cuma pengen kembali menjadi Mahasiswi Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman. Menikmati hari-hari yang saat itu terasa biasa saja, tetapi kini jadi kenangan yang luar biasa.  Aku selalu sedih setiap bicara masa Kuliah. Karena salah satu masa terbaik dalam hidupku ada pada saat Kuliah. Sampai sekarang, rasanya masih ada sebagian diriku yang tertinggal di masa itu. Dan akan selalu begitu 🥹😢❤️

I Love Macaroni Schotel

Btw baru banget tau kalo Pizza Hut di Tenggarong ada jual Macaroni Schotel. Aaaaaaaaa what a good newssss! Secara aku suka banget sama Macaroni Schotel. Dan Macaroni Schotelnya Pizza Hut emang rekomended. Asli sih senang, karena jarang ada yang jual Macaroni Schotel di Tenggarong biasanya harus pesen dulu. Xixixi

Perasaan yang gak perlu diwariskan

Aku gak pernah mengajak siapapun untuk ikut gak menyukai seseorang hanya karena aku gak menyukainya. Apa yang kurasakan adalah tanggung jawabku sendiri. Kalau orang lain memilih tetap dekat dengannya, itu hak mereka, aku gak pernah melarang. Aku gak suka sama orang, itu urusanku. Dan kalau karena aku gak suka sama seseorang trus mereka jadi gak suka sama aku, itu baru lucu dan itu urusan mereka. Ketika orang terdekatku bertanya, kenapa aku sampai gak suka? Maka aku akan menjelaskan, Bukan berarti aku mencari pembenaran atau bahkan ngajak mereka buat gak suka juga sama orang tersebut. Sewajarnya manusia kalo emang ada orang terdekatnya nanya, ya pasti diceritakan. Aku cuma memilih jujur pada perasaanku, tanpa memaksa siapapun untuk berada di pihakku. Gak perlu berpihak, biar ini jadi urusanku. Terkait masalah hati ya, ini hatiku. Mungkin mereka bilang hatiku busuk, keji, it's ok. Selama aku merasa aku gak merugikan siapapun. Aku akan menunjukkan gak suka kalo emang gak suka daripada...

Ruang untuk berdamai

Yang kadang membuatku heran adalah ketika ada orang yang mengatakan bahwa mereka mengerti, tetapi di saat yang sama terus mengangkat hal yang sedang kita usahakan untuk terima. Mungkin bagi mereka itu hanya candaan, hanya obrolan ringan, atau sekadar topik yang menarik untuk dibahas.  Aku percaya tidak semua orang melakukannya dengan niat buruk. Namun ketulusan menurutku bukan hanya tentang berkata baik. Ketulusan juga terlihat dari kepekaan. Dari kemampuan memahami kapan harus berbicara dan kapan harus berhenti. Dari kemampuan menjaga perasaan orang lain tanpa harus diminta berkali-kali. Tetapi tidak semua orang mampu membantu orang lain sampai benar-benar merasa tenang. Karena itu, jika suatu hari kita melihat seseorang sedang berusaha menerima sesuatu yang berat dalam hidupnya, mungkin yang paling ia butuhkan bukanlah candaan, bukan pula pengingat yang terus diulang. Kadang yang paling dibutuhkan hanyalah pengertian. Sedikit kepekaan. Dan ruang untuk berproses tanpa harus merasa...

My first born

Gambar
Dina...  Terkadang kita cuma punya diri sendiri yang bisa kita andalkan, maka jadilah hebat dalam segala hal nak. Doa Bunda semoga Dina selalu ketemu sama orang-orang yang baik supaya hari hari Dina selalu indah. Bunda janji akan selalu menemani Dina dan Adek dalam situasi dan kondisi apapun nanti. Dina anak Bunda paling baik, paling peka sama kondisi Bunda, paling mandiri. Tumbuhlah dengan takdir-takdir baik, Nak.  Terima Kasih sudah bekerja sama sejauh ini. Manja boleh tapi jangan berlebihan hihihi, Dunia terlalu kejam kalo kita banyak menye-menye.