Postingan

Tentang Pertemanan dan Nasehat

Gambar
Pertemanan yang baik bukan cuma tentang saling mendukung tapi juga saling mengingatkan. Gak semua masukan adalah bentuk menggurui. Gak semua kritik adalah bentuk menjatuhkan. Terkadang seseorang menyampaikan pendapatnya karena ia melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, atau karena ia pernah berada di posisi yang sama dan belajar dari pengalaman yang sudah dilewatinya. Banyak nasehat lahir bukan karena merasa paling tahu, melainkan karena pernah melakukan kesalahan, pernah gagal, pernah mencoba berbagai cara, lalu ingin membagikan pelajaran yang didapat agar orang lain gak perlu mengulang hal yang sama. Teman yang baik bukanlah teman yang selalu setuju dengan apa yang kita lakukan. Teman yang baik adalah mereka yang berani jujur, meskipun terkadang apa yang disampaikan gak selalu nyaman untuk didengar. Tentu, cara menyampaikan masukan juga penting. Namun di sisi lain, kemampuan menerima masukan juga sama pentingnya. Karena gak semua hal yang berbeda dengan pemikiran...

My first born

Gambar
Dina...  Terkadang kita cuma punya diri sendiri yang bisa kita andalkan, maka jadilah hebat dalam segala hal nak. Doa Bunda semoga Dina selalu ketemu sama orang-orang yang baik supaya hari hari Dina selalu indah. Bunda janji akan selalu menemani Dina dan Adek dalam situasi dan kondisi apapun nanti. Dina anak Bunda paling baik, paling peka sama kondisi Bunda, paling mandiri. Tumbuhlah dengan takdir-takdir baik, Nak.  Terima Kasih sudah bekerja sama sejauh ini. Manja boleh tapi jangan berlebihan hihihi, Dunia terlalu kejam kalo kita banyak menye-menye.

Operasi Lipoma

Senin, 8 Juni 2026 Memutuskan untuk ke Klinik Amanah Sehat untuk meminta rujukan ke Poli Bedah Umum di rumah sakit. Rabu, 10 Juni 2026 Ke Poli Bedah Umum dan bertemu dr. Pipin Abdillah. Setelah pemeriksaan, beliau menyarankan untuk operasi. Minggu, 14 Juni 2026 Masuk rumah sakit ditemani Buk Cit. Senin, 15 Juni 2026 Operasi lipoma di 4 titik: leher bagian belakang, pinggul, lutut kiri, dan lutut kanan. Alhamdulillaah 'alaa kulli haal. Akhirnya sampai juga di titik ini. Setelah belasan tahun hidup berdampingan dengan benjolan-benjolan itu, setelah belasan tahun juga menenangkan diri sendiri dengan kalimat, "Nanti aja. Belum siap. Takut." Aku udah punya benjolan sejak masa kuliah. Pertama kali sadar justru saat lagi creambath. Waktu itu Mbak Salon bilang mungkin cuma "batu angin". Karena gak sakit yaudah aku juga gak terlalu mikirin. Tahun demi Tahun, Benjolan yang di belakang leher perlahan membesar dan Tahun 2026 ini ukurannya hampir sebesar bola tenis...

Nyalon sama anak-anak

Hari ini pertama kali bawa anak-anak creambath. Wkwkwk lucu banget liat Dina dan Syifa di creambath. Gak lama lagi, mereka bakal jadi teman nyalon, teman tukeran baju, tas, sandal. Moment yang menurutku perlu ditulis dan dicatet. Adek syifa yang super duper bawel, ngajak mbaknya ngomong trus sampe 1 salon itu yang kedengeran cuma suaranya. Dan nyalon pertama di Rumah Lulur Bungas yang kalo aku boleh kasih rate 7/10.  1. Tempatnya kurang tenang, suara masih kedengaran apalagi bunyi gedebag gedebug ranjang. 2. Pas waktu creambath, kurang lamaaaa. Lulurannya juga kurang digosok. Tapi kalo disuruh balik lagi? Gak tau juga sih, mau coba salon yang lain lagi  Catat tanggalnya : 7 Juni 2026, pertama kalinya nyalon sama Kakak Dina & Adek Syifa. Ya Allah, tolong kasih rezeki yang banyak biar bisa nyalon sama anak2 tiap minggu 😂 aamiin...

Rima Hamil

6 Juni 2026. Hari ini dapat kabar kalo Rima lagi hamil.  Sedih dan senang jadi 1. Senang karena ini adalah penantian Rima selama 10 Tahun dan sedih itu artinya Rima yang udah kerja sama aku 3 Tahun terakhir ini bakal berhenti kerja. Rima yang sudah hafal kebiasaan rumah, ritme kerja, standar kebersihan yang aku mau, barang-barang disimpan di mana, bahkan sering kali bisa kerja tanpa banyak diarahkan. Ada rasa nyaman dan percaya yang terbentuk. Yang suka masak enak-enak, Yang lebih teliti daripada aku, Yang jadi teman curhatku, Yang ngurus aku dari A - Z, Yang kadang merangkap jadi Dukun dan Dokter. Huhuhu sedih kali aku. Dari siang gak berhenti nangis. Aku adalah orang yang paling takut kehilangan Karyawan. Ketika orang lain bilang "jangan terlalu dekat sama Karyawan", tapi gak berlaku untukku. Aku akan tetap menganggap mereka sebagai Keluarga.  Karena ketika orang lain melihat karyawan, aku melihat mereka itu orang-orang yang mengisi rumah. Ada suara mereka di dapur, ada yan...

Pengalaman Pertama Nonton di Bioskop Premiere

Jadi 4 Juni 2026 kemarin, jalan sama Bella dan Icha. Untuk pertama kalinya nonton di Bioskop Premiere. Wkwk rada udik dikit, kek excited nontonnya bisa rebahan, selimutan, santuy and feeling enjoy banget hahaha. Pertama duduk, kursinya aja udah enak ya Allah udik 🤣 trus nyari2 dimana nih tombol buat naik turun kursinya, ternyata kata Icha disamping. Trus sama Icha disuruh ambil selimutnya di Laci. Tiketnya 75.000 karena hari kerja, kata Bella kalo weekend 150.000 lumayan juga sih. Kalo kesini kayaknya pas hari kerja aja biar murah.  Trus kepikiran kalo bawa anak-anak enak banget nih, soalnya enjoooyyy mereka bisa rebahan gak capek dempet-dempetan. Tapi sayangnya ternyata, Premiere itu cuma 1 Bioskop, jadi cuma film tertentu aja yang tayang di Premiere. Tapi so far so goooddd. Kayaknya next kalo nonton di Bioskop bakalan di Premiere trus deh, haha! Pengalaman pertama yang berkesan sih, thanks Bella udah ajakin nonton di Premiere.

Bapak dan Ibu Kost KKN

Gambar
Balikpapan, Kota Beriman. Lebih tepatnya, Kota Kenangan. Walaupun cuma sempat 3 bulan tinggal disini, tapi kenangannya lumayan membekas. Setiap ke Balikpapan, aku pasti gak lupa mengunjungi tempat dimana memang penuh kenangan. Disnakersos Balikpapan yang sekarang jadi Kantor Satpol PP. Tempat Kuliner dibelakang Kantor Satpol PP sekarang. Menyusuri jalan minyak. Ngelewatin markas KKN. Gong-nya dari Liburan Lebaran kemarin adalah... aku ketemu Bapak sama Ibu Kost selama KKN di RM. Kenari. Setelah belasan tahun lamanya. Padahal sepanjang jalan menyusuri Pusat Kota Balikpapan aku tuh sempat ngebatin,  Gimana ya kabar Bapak sama Ibu? Aku sendiri juga lupa sama raut wajah Bapak tapi gak lupa sama Ibu. Makanya pada saat ketemu, aku masih ingat karena ada Ibu. Saat ketemu inipun, aku beraninya cuma candid. Gak berani menyapa, karena bisa dipastikan mereka tuh udah lupa sama aku yang semakin makmur ini. Aat, anak laki-laki mereka yang notabene-nya 1 fakultas sama aku aja gak ingat sama aku....