Perasaan yang gak perlu diwariskan

Aku gak pernah mengajak siapapun untuk ikut gak menyukai seseorang hanya karena aku gak menyukainya.

Apa yang kurasakan adalah tanggung jawabku sendiri.

Kalau orang lain memilih tetap dekat dengannya, itu hak mereka, aku gak pernah melarang. Aku gak suka sama orang, itu urusanku. Dan kalau karena aku gak suka sama seseorang trus mereka jadi gak suka sama aku, itu baru lucu dan itu urusan mereka.

Ketika orang terdekatku bertanya, kenapa aku sampai gak suka? Maka aku akan menjelaskan, Bukan berarti aku mencari pembenaran atau bahkan ngajak mereka buat gak suka juga sama orang tersebut. Sewajarnya manusia kalo emang ada orang terdekatnya nanya, ya pasti diceritakan.

Aku cuma memilih jujur pada perasaanku, tanpa memaksa siapapun untuk berada di pihakku. Gak perlu berpihak, biar ini jadi urusanku.

Terkait masalah hati ya, ini hatiku. Mungkin mereka bilang hatiku busuk, keji, it's ok. Selama aku merasa aku gak merugikan siapapun. Aku akan menunjukkan gak suka kalo emang gak suka daripada didepan terlihat mensupport padahal dibelakang juga menjelekkan.

Butuh waktu buat berdamai dengan hati, untuk menerima dan meredam amarah. Karena ketidaksukaanku juga bukan tanpa alasan.

Intinya gak pernah ngajak orang buat ikut gak suka. Karena perasaan tuh gak perlu diwariskan.

Postingan populer dari blog ini

Kusebut dia Red Flag.

Proker

Hobi Journaling