Hobi Journaling


Happy New Year 2026.

Tulisan pertama di Tahun 2026. Semoga bisa konsisten nulis di Blog ini juga yaa. Karena kadang lebih enakan journaling di Buku ketimbang di Blog, hehehe.

Kebetulan selesai jurnaling, pengen mengabadikan beberapa Jurnal yang aku pakai dengan kegunaan yang berbeda-beda. Yang terbaru dari Life Planner 2026 sama One Line Day. Sisanya itu rekapan dari tahun-tahun kemarin. Karena belum terisi penuh daripada gak dipakai, mending dilanjut dari Tahun ke Tahun. 

Dimulai dari Buku yang Pertama, buku yang warna Merah paling atas itu Buku untuk Anak-anak. Aku berharap buku yang isinya kebanyakan tentang nasehat ini kelak bisa jadi pegangan untuk mereka disaat penjagaanku gak sampai. Gak cuma tentang nasehat, aku juga suka tulis moment berkesan bersama mereka. Termasuk moment salah satu dari mereka kena marah sama aku. Tahun ini rasanya pengen bikin Album Foto bercerita untuk setiap momentnya. Setidaknya nanti kalo aku sudah gak ada, aku tetap bisa meluk anak-anakku lewat tulisan-tulisan didalam buku ini.

Kalo buku warna Biru itu Journal Tahunan yang kebanyakan isinya gabungan dari To Do List, Emotional, Goal, Habit Tracker, dll. Aku sendiri suka bikin To Do List untuk kegiatan harian, karena dengan ini aku ngerasa jadi terencana dan terorganisir. Dan biasanya jadwal yang kurencanakan itu jadwal fleksibel. Kalaupun ada jadwal yang batal tinggal pindah ke hari berikutnya, karena gak semua berjalan sesuai rencana. 

Buku Warna Pink itu buku Refleksi. Udah ngapain aja hari ini? Apa yang kusyukuri hari ini? Pengalaman dan kejadian yang membekas, Kesalahan dan Pelajaran hari ini dan manifestasi untuk diriku sendiri.

Buku Warna Pink Motif itu adalah buku "Ruwet". Kalo emang lagi kusut atau ada moment yang dar der dor, pasti aku tulis disitu. Btw, aku tipikal yang journalingnya gak bisa warna warni kecuali untuk Habit Tracker, Money Tracker, dll. Kayak buku "Ruwet" ini, isinya full sama pulpen pilot dengan tinta warna hitam doang. Kalo jaman sekolah yang kayak gini biasanya dibilang Diary. Dear Diary... *eaaa

Trus buku warna Hitam paling bawah adalah buku tentang Motivasi Bisnis. Aku suka nulis apapun yang menurutku penting entah itu tentang Sistem, Toko, Karyawan, Customer dll Misal lagi asik scroll Sosmed atau nonton Podcast trus ada tips-tips penting didalamnya, aku biasa langsung nyatet ulang ke jurnalku. Biar inget dan gak hilang, hehehe.

Last but not Least, buku terakhir kotak-kotak warna Coklat dan Merah itu adalah Life Tracker-ku. Yang ini isiannya biasanya full color, tujuannya untuk refleksi bulanan. Biar bisa kelihatan tuh bulan ini lebih boros / gak, lebih banyak defisit kalori / surplus, kebanyakan jajan / hemat, lebih banyak makan tepung / gak, dll. 

Kalo tentang keuangan, aku adalah orang yang detail mencatat setiap pengeluaran dan pemasukanku, bahkan se-receh bayar parkiran-pun aku catat. Kenapa? Karena lebih mindful spending aja. Harapanku, agar tujuan finansialku lebih mudah tercapai. Literasi finansial bikin aku pribadi jadi tahu kemana uang pergi, bisa menyisihkan dan tentunya rasa aman karena kita punya "Saving" itu tadi. 

Aku sendiri mulai melek finansial bisa dibilang "telat", karena saat itu umurku menginjak 29 Tahun. Artinya 28 Tahun aku menjalani hidup yang benar-benar secara keuangan tuh gak sehat. Los dol gitu aja, bikin hifup ada gak tenangnya sedikit. Karena orang dengan keuangan yang sehat biasanya lebih tenang, lebih bebas memberi dan gak mudah panik. Rasulullah saja menganjurkan kita untuk menyisihkan Harta / Keuangan untuk persiapan masa depan. Everything needs money dan kalo hampir semua hal butuh uang, maka belajar mengelola uang adalah bagian dari merawat hidup.

Padahal sebenarnya diumur 25 sendiri bagiku udah "checkpoint", dimana seharusnya hal basic sudah terpenuhi. Tapi faktanya finansialku waktu itu masih awut-awutan, masih belum ngerti gimana nih tracking-nya. But better late than never. Dengan journaling ini tentunya akan lebih mudah bagiku menekan pengeluaran yang sebenarnya gak perlu-perlu banget. It's all about Balance. Makanya jadi PR banget untukku ngajarin ke anak-anak basic finansial sejak dini.

Berbeda dengan "Saving Goal" yang diajarkan Orang Tuaku. Kalo versi Orang Tuaku ketika kamu pengen beli 1 tas dengan harga 50.000, maka kamu harus punya uang sekitar 150.000 atau 200.000. Kenapa? Ya biar setelah kamu beli 1 tas itu, kamu tetap punya pegangan, gak ludes gitu aja. Kalo bahasa finansialnya sekarang, mungkin yang dimaksud Orang Tuaku itu masuk ke Kategori Dana Darurat, hehehe. 

Finansial itu bukan soal kaya tapi tentang hidup yang lebih tertata, gak terjebak hutang, hidup sesuai kemampuan dan kita jadi punya pilihan.

Jadi panjang gini cerita tentang finansial. Meskipun belum masuk ke kategori "financial freedom", tapi aku selalu suka sharing tentang finansial gini. Karena aku memulainya dari yang benar-benar buta sama finansial sampai akhirnya melek finansial.

Ya begitulah kegunaan-kegunaan Jurnalku diatas.
Alasan kenapa aku suka menulis jurnal karena dari sini aku bisa mengevaluasi apa aja yang kulakukan & terjadi sepanjang Tahun ini mulai dari emosi, keuangan, kesehatan, keluarga dll. Seperti kata BJ Habibie, Menulis itu Terapi.

Btw, Tahun ini pengen apa? Aku tuh kepengen banget  Jetski-an lagi, dah kangen nge-gas Jetski. Tapi aku harus kurus dulu plis, hahaha. And hopefully 2026 will be my best year! Aamiin Allahumma Aamiin.

Postingan populer dari blog ini

Kusebut dia Red Flag.

12 April 2025, Syifa 4 Tahun