Rima Hamil
6 Juni 2026.
Hari ini dapat kabar kalo Rima lagi hamil.
Sedih dan senang jadi 1. Senang karena ini adalah penantian Rima selama 10 Tahun dan sedih itu artinya Rima yang udah kerja sama aku 3 Tahun terakhir ini bakal berhenti kerja. Rima yang sudah hafal kebiasaan rumah, ritme kerja, standar kebersihan yang aku mau, barang-barang disimpan di mana, bahkan sering kali bisa kerja tanpa banyak diarahkan. Ada rasa nyaman dan percaya yang terbentuk.
Yang suka masak enak-enak,
Yang lebih teliti daripada aku,
Yang jadi teman curhatku,
Yang ngurus aku dari A - Z,
Yang kadang merangkap jadi Dukun dan Dokter.
Huhuhu sedih kali aku.
Dari siang gak berhenti nangis.
Aku adalah orang yang paling takut kehilangan Karyawan. Ketika orang lain bilang "jangan terlalu dekat sama Karyawan", tapi gak berlaku untukku. Aku akan tetap menganggap mereka sebagai Keluarga.
Karena ketika orang lain melihat karyawan, aku melihat mereka itu orang-orang yang mengisi rumah. Ada suara mereka di dapur, ada yang diajak ngobrol, ada yang bisa dimintai tolong, ada yang membuat rumah terasa hidup.
Berulang kali berusaha meyakinkan hati kalo selama ini yang menjaga hidupku bukan karyawan-karyawanku. Mereka adalah perantara.
Yang menjaga hidupku dari dulu sampai hari ini adalah Allah.
Mencoba mengingat lagi perjalananku. Berapa kali aku khawatir? Berapa kali aku merasa gak sanggup? Berapa kali aku takut menghadapi sesuatu? Tapi entah bagaimana, selalu ada jalan.
Selalu ada orang yang datang. Selalu ada pertolongan. Selalu ada rezeki. Selalu ada solusi yang sebelumnya gak terpikirkan.
Karena Allah gak pernah meninggalkanku.
Dan Allah gak mulai meninggalkanku hari ini hanya karena Rima akan berhenti bekerja.
Kalau Allah bisa mempertemukanku dengan Rima 3 tahun lalu, Allah juga mampu mempertemukanku dengan orang baik lainnya ketika waktunya tepat.
Kalo Allah bisa menjaga rumahku selama ini, Allah juga mampu menjaga rumahku setelah Rima gak kerja lagi. Kalo Allah bisa mengisi rumahku dengan orang-orang yang membantu dan menyayangiku, Allah juga mampu menghadirkan teman, keluarga, karyawan, atau rezeki lain yang bahkan belum aku ketahui sekarang.
Ada satu hal yang selalu membuatku tenang :
Sebelum Rima ada, Allah sudah ada.
Kalau nanti Rima gak kerja lagi, Allah tetap ada.
Sebelum Hana masuk kerja, Allah sudah menjaga rumahku.
Kalau suatu hari Hana pun pergi, Allah tetap jaga rumahku. Manusia datang dan pergi. Allah gak.
"Ya Allah, aku sedih kehilangan orang yang aku sayangi. Tapi aku percaya Engkau tidak akan meninggalkanku."
Bukan hal pertama untukku, sampai pada suatu hari nanti aku bilang :
"Ternyata aku gak sendirian."
"Ternyata Allah benar-benar nolong aku."
"Ternyata aku bisa melewati ini."
Karena selama ini pun, setiap kali aku merasa semuanya akan berantakan, nyatanya aku sampai di sini.
Dan insyaAllah, kali ini juga begitu. 🤍🥹🌷
Kadang orang baik memang gak dititipkan ke kita selamanya. Kadang mereka hanya dititipkan untuk beberapa tahun, memberi bantuan, memberi pelajaran, lalu melanjutkan jalan hidupnya sendiri.
Semua akan baik-baik aja. Mungkin gak langsung nyaman. Mungkin beberapa minggu pertama terasa sepi. Mungkin aku bakal beberapa kali spontan memanggil, "Ma..." trus baru ingat.
Tapi pelan-pelan, semuanya akan menemukan bentuk baru. Dan suatu saat nanti, kesedihan ini gak lagi terasa seperti kehilangan. Tapi berubah menjadi rasa syukur karena pernah dipertemukan dengan orang baik selama 3 tahun. ❤️🌷
3 tahun lalu, sebelum Rima kerja sama aku, aku bahkan belum tau kalo ada seseorang bernama Rima yang suatu hari akan menjadi orang yang sangat aku sayangi dan andalkan. Disaat aku belum nemukan yang cocok, gonta ganti training karyawan, sampai akhirnya Allah pertemukan aku dengan Rima.
Huhuhu, ya Allah sedih banget. Ditinggal karyawan adalah hal yang paling aku gak suka but people come and go.
Aku yang selalu berusaha nenangin hati kalo aku sudah berkali-kali mengalami pergantian Karyawan. Meskipun setiap kali aku takut, nyatanya rumah tetap jalan, usaha tetap jalan, anak-anak terurus dan selalu ada jalan keluar.
Bukti kalo pertolongan Allah gak berhenti pada satu orang. Rima adalah rezeki dari Allah untukku selama 3 tahun ini, maka Allah masih mampu mengirim rezeki berikutnya ketika waktunya tiba. Allah cuma lagi mengatur ulang sesuatu yg belum sepenuhnya aku pahami.
Sehat-sehat ya Rima & Debay,
jangan lupakan kami.
Sayang Rima banyak-banyak...